Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Bagian penting yang ditandai dengan stabilo hijau neon

Gambar
  Memori-memori dalam hidup dianalogikan seperti buku, bukan lagi hal yang asing untuk didengar. Aku setuju tentang itu. Cara mengkategorikannya berbeda-beda untuk setiap orang, ada yang mengkategorikannya berdasarkan jenjang umur, tema (persahabatan, romansa, karir), ada juga yang mengkategorikannya sesuai kesan yang diberikan memori itu pada orang tersebut (bahagia, sedih, biasa saja). Lalu diantara memori-memori itu, otak kita menandai beberapa hal dengan "stabilo hijau neon" seperti dalam buku. Hal-hal yang ditandai dengan stabilo hjau neon itu bisa berupa orang, momen, atau kalimat yang paling kita ingat. Bagian yang ditandai itu otomatis menjadi bagian paling "menonjol" daripada bagian-bagian lainnya. Ketika kita membuka buku itu, ntah kenapa ingatan kita secara otomatis seperti memutar mesin waktu perlembarnya dengan cepat... dan bagian-bagian yang ditandai dengan stabilo hijau neon itu, tervisualisasi paling kuat. Inginku untuk buku memoriku di masa depan ad...

Perempuan dengan kehangatan seperti semangkuk sup di hari hujan

Gambar
  Beberapa tempat akan jarang didatangi ketika hujan melanda, mungkin karena akan sangat susah di perjalanan menujunya, atau memang lebih nyaman tetap di tempat masing-masing, menghindari diri dari kerepotan yang akan dihadapi jika berjalan keluar. Namun tidak seperti kebanyakan orang, ada satu perempuan yang justru secara kebetulan? selalu mendatangi satu rumah saat hujan tiba. Dia akan memasuki rumah itu dengan permisi, berbasa-basi sedikit, lalu mengucapkan kalimat favoritnya, "Apa kabar? Apa ada cerita baru?". Iya, kata "Apa kabar?" yang sebenarnya akrab dengan kalimat basa-basi tapi jika itu keluar dari mulutnya, justru menjadi kalimat pembuka untuk cerita utama dari si pemilik rumah. Lalu si pemilik rumah akan diam sebentar, berbicara dalam hati "Kenapa perempuan ini selalu bertanya tentang kabarku ketika kebetulan kabarku sedang tidak baik-baik saja ya? Jadi setiap dia bertanya jawabanku selalu sama, tidak baik".  "Ngga baik hehehe" Dari s...

Merasa asing dengan tempat pulang

Gambar
Diberikan kesempatan untuk mendengarkan curahan hati cukup banyak orang, aku ingin bercerita tentang mereka-mereka yang merasa asing dengan tempat pulangnya Ada beberapa orang yang seiring bertambahnya usia mereka, mereka semakin merasa asing dengan sesuatu yang disebut sebagai tempat pulang. Tempat pulang hanya sekadar nama, lebih tepat dinamai persinggahan sementara dengan manusia yang sedarah dengan mereka. Mereka merasa lebih nyaman menjadi sebenar-benarnya diri saat sendiri, atau bahkan dengan orang lain yang tidak ada hubungan darahnya dengan mereka. Karena menurut mereka, "orang lain" itu lebih bisa menerima identitas dan prinsip mereka, kemungkinan terbesarnya karena "orang lain" itu juga telah mengalami pengalaman yang sama. Aku menyetujui bahwa memang ada beberapa hubungan yang tali pengikatnya adalah "pengalaman atau nasib yang sama". Walaupun kita merasa sangat mengerti seseorang, terkadang ada detail tentang hidupnya yang tak dibiarkannya kita...