Merasa asing dengan tempat pulang

Diberikan kesempatan untuk mendengarkan curahan hati cukup banyak orang, aku ingin bercerita tentang mereka-mereka yang merasa asing dengan tempat pulangnya

Ada beberapa orang yang seiring bertambahnya usia mereka, mereka semakin merasa asing dengan sesuatu yang disebut sebagai tempat pulang.

Tempat pulang hanya sekadar nama, lebih tepat dinamai persinggahan sementara dengan manusia yang sedarah dengan mereka.

Mereka merasa lebih nyaman menjadi sebenar-benarnya diri saat sendiri, atau bahkan dengan orang lain yang tidak ada hubungan darahnya dengan mereka.

Karena menurut mereka, "orang lain" itu lebih bisa menerima identitas dan prinsip mereka, kemungkinan terbesarnya karena "orang lain" itu juga telah mengalami pengalaman yang sama.

Aku menyetujui bahwa memang ada beberapa hubungan yang tali pengikatnya adalah "pengalaman atau nasib yang sama".

Walaupun kita merasa sangat mengerti seseorang, terkadang ada detail tentang hidupnya yang tak dibiarkannya kita untuk tau, menjadikan kita mengerti bahwa manusia tidak bisa dikategorikan benar-benar hitam, ataupun benar-benar putih.

Manusia tidak benar-benar memiliki pola yang sama persis, atau paling tidak, tidak memiliki alasan yang benar-benar sama akan suatu perilaku.

Teruntuk mereka yang merasa asing dengan tempat pulang, atau mungkin merasa benar-benar kehilangan tempat pulang, semoga di kemudian hari bisa merasa utuh kembali, dengan menemukannya di tempat lain, atau mungkin merasa satu kembali dengan rumah yang dulu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian penting yang ditandai dengan stabilo hijau neon

17 Juli 2024