Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Rumah

Gambar
  adalah sebutan penghargaan Kepada orang-orang berjiwa langka yang berhasil membuatmu berani Menelanjangi kepribadianmu sendiri Pada lapis terdalam dengan rasa aman 2018

04:45, lahir lagi, anak kita

Gambar
  Kita tidak pernah sadar Bahwa kau sudah menjadi ayah dari anak-anakku Dan aku sudah menjadi ibu dari anak-anakmu Dari bersatunya dua rasa, untuk sementara Kita tak butuh saling menyentuh untuk menghadirkannya Kusimpan calon anakmu di jantungku Kukembangkan sampai cukup sempurna di kepalaku Lalu kulahirkan melalui tangan dengan alat bantu pena Hidup dia di Bumi, menjelma aksara-aksara yang isinya merangkum cerita ayah dan ibunya–kita Puisi-puisi kecil, bayi-bayi yang indah Kita takkan pernah tau akan berapa jumlahnya Selama ayah dan ibunya pandai meramut rasa Hanya itu syarat kelahiran mereka Bayi-bayi yang lahir karena tawa atau air mata 2018  

Privasi (kini telah mati)

Gambar
  Merekam diri di depan kamera Melucuti lapis demi lapis rahasianya dengan nada bicara yang berbeda-beda Tujuannya menghisap perhatian pasang mata sebanyak-banyaknya Jika ada pemerhati yang pergi Tinggal buka rahasia yang lainnya Meyakini siapapun yang ada di balik layar Ceritanya yang lebih pantas berjejak di kalbu, membuatmu haru, dan kau harus setuju Tak rela lampu sorot padam sedikit untuknya Segala pergerakan yang diperhatikan adalah kebahagiaan Setelahnya? Hampa Dia tak lagi punya harta yang bisa dirayakan sendiri saja Yang tersisa hanya berpasang-pasang mata yang siap merenggut spasinya Dia lupa, manusia tetap menarik karena rahasia-rahasianya 2019

Menerka

Gambar
  Aku terperangkap dalam satu tatap yang teduh lagi lekat Ini sudah hari ke 40 sekian kita saling beradu pandang Terdiam dalam tatapan masing-masing Mencoba menerka maksud tersirat dari apa yang akhir-akhir ini tak asing di depan mata Mulut kita terbekap erat Jadi kaku untuk menyungging senyuman Pernah kita lakukan sekali, dalam durasi 2 detik saja Dan ini sudah hari ke 40, namun aku masih menerka Berharap suatu saat aku dapat memandangmu lebih lama Agar segera kudapat jawabannya 2012

Coklat Muda

Gambar
  Semburat cahaya jingga yang membias di wajahmu Mencipta satu warna sempurna Tepat di mata, ternyata coklat muda 2013

Nanti

Gambar
  Kelak, pada suatu nanti Aku kan sengaja bangun dini hari untuk menuliskanmu puisi Yang akan kau jadikan santapan penutup pada sarapan pagi Kelak, pada suatu nanti Kopi dan teh kita akan bersanding gembira di meja beranda 2013

Bernyawa

Gambar
Diantara tumpukan aksara di lemari kaca Hanya tentangmu yang meronta sesak minta udara Karena ia, satu-satunya yang bernyawa 2013

02:08

Gambar
Kamu adalah rangkuman dari semua isi semesta yang aku ingin Menyederhana menjadimu Pada tiap dini hari yang kita lebur dalam jarak Aku berjanji pada suatu nanti Kau takkan perlu meminta aku untuk di sana bersamamu Karena aku telah lebih dulu Menyimpanmu, dalam pelukku Membungkam keluhanmu perihal rindu Dengan kecupan dariku, di keningmu 2017