Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

31/08

Setelah sekian lama tidak menangis, tangisku pecah lagi pagi ini. Aku bahkan masih meyakinkan diri bahwa keputusanku sudah tepat atau belum.  Kenapa harus seperti ini jalannya, kenapa..

Bagian Akhir

Aku, si manusia yang payah dalam memelihara dendam Luruh seiring berjalannya waktu atau hanya karena berhasil dijinakkan kedewasaan Bagian akhir cerita tak lagi menjadi soal Tak memaksa harus bahagia, kadang hanya perlu sesuai realita Tak perlu diulang, ditambah, atau dikurangi Memang sudah jalannya bagian terbaik diri kita Kita rayakan dengan tokoh baru di hidup kita Semoga buku kita cukup untuk membuat aku dan kamu tersenyum, saat membaca ulang isinya Semoga kepala kita cukup luas untuk mengingat bagian tawanya saja Semoga indera kita hanya merekam kesan baik masing-masing dari kita Aku tidak ingin kembali, kamu pun tak perlu kembali Tiada siapapun lagi di lembar akhir buku ini Mari mendewasa di jalan kita sendiri-sendiri

Rumah orang lain dan kita sebagai tukang

Gambar
Jika hidup kita dan orang lain bisa diibaratkan sebagai rumah, maka kita yang singgah dan menetap di hidup orang lain dalam kurun waktu tertentu bisa diibaratkan sebagai tukangnya. Setiap tukang punya bagian dan keahliannya masing-masing. Sepertinya jika dianalogikan, bagian yang menjadi keahlianku adalah bagian struktur, pondasi, dinding, perkusenan dan rangka atap. Aku selalu mengerjakannya semaksimal yang aku bisa, karena menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku jika pekerjaanku hasilnya baik.  Hal yang aku sadari sembari masih terus belajar mendewasa adalah, kadang untuk memelihara kewarasan kita, kita perlu tau porsi kita. Jika bagianku adalah struktur, pondasi, dinding, perkusenan dan rangka atap, aku tidak perlu memaksakan diri untuk mengerjakan bagian perpipaan dan jaringan listriknya, karena itu bukan keahlianku. Begitu hal yang bukan bagianmu itu dimulai, kemas peralatan dan pergi yang jauh dari rumah itu, kamu tidak punya keperluan apa-apa lagi di sana. Berlama-lama di sana...