Jika hidup kita dan orang lain bisa diibaratkan sebagai rumah, maka kita yang singgah dan menetap di hidup orang lain dalam kurun waktu tertentu bisa diibaratkan sebagai tukangnya. Setiap tukang punya bagian dan keahliannya masing-masing. Sepertinya jika dianalogikan, bagian yang menjadi keahlianku adalah bagian struktur, pondasi, dinding, perkusenan dan rangka atap. Aku selalu mengerjakannya semaksimal yang aku bisa, karena menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku jika pekerjaanku hasilnya baik. Hal yang aku sadari sembari masih terus belajar mendewasa adalah, kadang untuk memelihara kewarasan kita, kita perlu tau porsi kita. Jika bagianku adalah struktur, pondasi, dinding, perkusenan dan rangka atap, aku tidak perlu memaksakan diri untuk mengerjakan bagian perpipaan dan jaringan listriknya, karena itu bukan keahlianku. Begitu hal yang bukan bagianmu itu dimulai, kemas peralatan dan pergi yang jauh dari rumah itu, kamu tidak punya keperluan apa-apa lagi di sana. Berlama-lama di sana...