Perempuan dengan kehangatan seperti semangkuk sup di hari hujan
Beberapa tempat akan jarang didatangi ketika hujan melanda, mungkin karena akan sangat susah di perjalanan menujunya, atau memang lebih nyaman tetap di tempat masing-masing, menghindari diri dari kerepotan yang akan dihadapi jika berjalan keluar. Namun tidak seperti kebanyakan orang, ada satu perempuan yang justru secara kebetulan? selalu mendatangi satu rumah saat hujan tiba.
Dia akan memasuki rumah itu dengan permisi, berbasa-basi sedikit, lalu mengucapkan kalimat favoritnya, "Apa kabar? Apa ada cerita baru?". Iya, kata "Apa kabar?" yang sebenarnya akrab dengan kalimat basa-basi tapi jika itu keluar dari mulutnya, justru menjadi kalimat pembuka untuk cerita utama dari si pemilik rumah. Lalu si pemilik rumah akan diam sebentar, berbicara dalam hati "Kenapa perempuan ini selalu bertanya tentang kabarku ketika kebetulan kabarku sedang tidak baik-baik saja ya? Jadi setiap dia bertanya jawabanku selalu sama, tidak baik".
"Ngga baik hehehe"
Dari situlah percakapan panjang dua perempuan itu dimulai. Mereka bergantian menepuk punggung masing-masing, atau menertawakan satu dua hal. Ketika hari sudah mulai cerah, perempuan itu pamit pulang. Si pemilik rumah melambaikan tangannya dengan air wajah yang sudah lebih bahagia. Sepulangnya perempuan itu, si pemilik rumah baru ingat bahwa saat hujan tadi dia belum menyalakan penghangat ruangan, dia sampai mengernyitkan dahi bagaimana bisa dia tidak terasa dingin?
Nyatanya kehadiran perempuan tadi itu sendiri yang membuat suasana menjadi hangat, seperti semangkuk sup di hari hujan. Mungkin telapak kaki dan tangan si pemilik rumah tetap dingin, tapi perasaannya hangat, menjadi distraksi terhadap dingin yang sedang dia rasakan.
"Rasanya aneh, hanya dia saja yang datang saat hari hujan. Biasanya teman-temanku yang lain hanya ke sini saat musim semi, saat bunga-bunga di halaman depanku bermekaran, meminta beberapa bungkus bunga. Kenapa dia datang saat aku sedang tidak bisa menyuguhkan apa-apa ya?"
Di musim hujan berikutnya...
Seperti biasa, perempuan itu datang kembali. Kali ini si pemilik rumah menyuguhkan perempuan itu dengan semangkuk sup dengan resep khusus buatannya.
"Wah... sup apa ini, cantiknyaaa" perempuan itu memperhatikan dengan seksama sup yang dibuat dengan berbagai sayur warna warni itu.
"Sup Agnimaya" kata pemilik rumah
"Eh? Apa itu?"
"Agnimaya dalam bahasa sansekerta artinya hangat" jelas si pemilik rumah
"Ooh iya ya? Terima kasih, aku makan ya"
"Tadinya mau kukasih nama sup itu dengan namamu, tapi kayaknya jadi kurang keren"
"Hahahahahaha" perempuan itu menjeda suapannya karena sibuk tertawa dengan hal yang baru didengarnya. Si pemilik rumah ikut tertawa, tapi baginya Agnimaya atau nama perempuan itu tidak ada bedanya, sama-sama hangat ketika didengar.
"Nanti kamu datang saat musim semi ya, jangan pas musim hujan mulu" kata si pemilik rumah.
Mereka melanjutkan percakapan dengan banyak hal, dengan suara jatuh air hujan menyentuh atap rumah. Dan lagi lagi, si pemilik rumah lupa menghidupkan penghangat ruangannya.

Komentar
Posting Komentar